Jumat, 16 September 2016

OPINI MENGENAI ISU WTPM

OPINI MENGENAI ISU WTPM
(World Tobacco Process and Machinery)

World Tobacco Process and Machinery  (WTPM ) merupakan sebuah pameran yang diadakan oleh berbagai perusahaan rokok dunia dalam rangka memikat konsumen dan mitra kerja mereka.  Penyelenggaraannya hadir di berbagai negara dengan berbagai tajuk.

Pameran serupa pernah berusaha diadakan berkali-kali di Indonesia, namun berhasil digagalkan berkat berbagai pihak yang menetang keras semakin meluasnya rokok, misalnya dari berbagai demo penolakan yang dilakukan oleh mahasiswa ataupun tindakan pihak yang berwenang seperti gubernur, dll. Di Indonesia sendiri, perusahaan rokok memang menjadi salah satu perusahaan besar yang menyumbang banyak pendapatan negara juga. Namun secara keseluruhan, rokok lebih mengakibatkan kerugian pada masyarakat. Kerena itulah, pemerintah berusaha mengambil berbagai kebijakan guna mengurangi jumlah perokok dengan harapan mampu mengurangi jumlah penyakit akibat rokok dan kerugian lainnya. Upaya tersebut diantaranya dengan adanya berbagai iklan layanaan masyarakat tentang bahaya rokok, iklan tentang rokok hanya ditayangkan di jam malam pada siaran televisi, pembatasan area khusus merokok, tidak diijinkannya baliho-baliho berisi iklan rokok di jalanan, bahkan sebuah wacana baru tengah santer diperdebatkan menganai kebijakan yang kontroversial yakni wacana untuk menaikkan harga rokok menjadi 50.000 rupiah.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan tersebut, hasilnya dirasa masih jauh dari harapan. Bahkan adanya World Tobacco Process and Machinery  (WTPM ) yang kala itu direncakan akan di adakan di Indoneisa, menjadi semakin meresahkan kalangan-kalangan yang  begitu tidak menyetujui semakin menyebarnya rokok di kalangan masyarakat. World Tobacco Process and Machinery  (WTPM ) berusaha memamerkan berbagai hal yang berkaitan dengan pertembakauan, mulai dari mesin-mesin canggih dan inovasi produk-produk tembakau terbaru oleh industri-industri rokok bersakala besar dari berbagai negara di dunia.  Hal tersebut memang akan menarik perhatian banyak perusahaan media, namun yang dikhawatirkan adalah  pamerean tersebut akan menjadi wadah perluasan koneksi bagi perusahaan rokok dan  pengembangan rokok di dunia. Semua ini bisa dibilang berbahaya, karena dengan semakin meluas dan kuatnya perusahaan rokok di dunia akan membuat upaya untuk meminimalisir  jumlah perokok dan penyakit maupun kematian akibat rokok menjadi semakin dan semakin sulit lagi. Jika Indonesia ikut ke dalam lingkaran bisnis rokok internasional tesrebut lebih dalam lagi, bukan tidak mungkin angka perokok di Indonesia menjadi semakin meningkat, bahkan tak lagi hanya pada kalangan remaja dan dewasa, namun merambah sampai segala usia.

Indonesia harus mampu melepaskan diri dari jeratan tersebut. Banyak orang dari berbagai kalangan yang mendukung untuk berkurangnya rokok dan perokok di Indonesia. Jika Indonesia masih khawatir dengan akan timbulnya masalah di berbagai aspek ekonomi yang mungkin akan terjadi, Indonesia harusnya tidak khawatir. Mungkin saja angka pengangguran akan meningkat, karena tak bisa dipungkiri bahwa jumlah sumber daya manusia yang bekerja di setiap perusahaan rokok sangatlah banyak. Mungkin saja angka kemiskinan akan meningkat karena para pengangguran tersebut tak bisa menemukan lapangan kerja yang baru. Mungkin saja angka kriminalitas meningkat karena para masyarakat kalangan miskin yang mengaggur tak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga mereka melakukan tindakan kriminal. Mungkin saja akan banyak keadaan luar biasa yang tak terbayangkan sebelumnya. Namun semua itu hanyalah kemungkinan. Selama Indonesia mampu memperkuat pondasinya, kemungkinan-kemungkina tersebut bisa saja tak akan terjadi.

Yang perlu Indonesia lakukan adalah memperkuat regulasi penanggulangan tembakau. Selama ini, Indoneisa masih dipandang lemah dalam penanggulangan tembakau tersebut, sehingga banyak perusahaan rokok yang mencoba masuk ke Indonesia. Tak hanya itu, Indonesia dengan beberapa tempat sebagai penghasil tembakau terbaik dunia yakni Deli, Temanggung, Lombok, Jember dan Madura tak memiliki produk tembakau lain yang menjanjikan selain rokok. Penduduk Indonesia banyak jumlahnya dan angka penduduk usia produktifpun cukup besar, sementara angka perokok semakin meningkat. Karena itulah, Indonesia dijadikan sebagai sarana untuk berlomba-lomba meningkatkan angka penjualaan bagi perusahaan rokok  

Sudah terbukti terdapat lebih banyak kerugian akibat rokok. Hal itu ada terutama pada segi keseahatan. Rokok tak hanya mempengaruhi kesehatan perokok aktif saja, namun juga memberikan dampak yang tak kalah berbahayanya bagi perokok pasif. Indonesia, rakyatnya, harusnya mampu menjadi lebih cerdas dan kritis menanggapi berbagai masalah yang berkaitan dengan kelangsungan negeri ini. Kita tak seharusnya terlena dengan berbagai iklan, ataupun kemewahan yang ditawarkan rokok. Kita harusnya mampu menilik apa yang akan membuat negeri kita tercinta ini menjadi negeri adikuasa yang makmur dan sehat. Sehat itu sendiri memiliki arti yang luas. Sehat itu tak hanya dilihat dari segi fisik saja, sehat juga menyangkut keadaan mental, spiritual, sosial dan ekonomi. Sehat juga adalah keadaan dimana seseorang mampu untuk hidup produktif. Dengan hal itu, bisa dikatakan rokok bukanlah sebuah kesehatan. Rokok sudah pasti malah merusak kesehatan. Rokok hanya memberikan nikmat yang sementara, dan karena itulah para perokok menjadi kecanduan. Dan kecanduan rokok sudah pasti pula merusak seorang individu. Individu tersebut tak hanya  rusak fisiknya, namun juga mental, spiritual, ekonomi dan sosialnya. Kecaduan rokok tersebut juga merusak orang-orang disekitarnya yang bukan perokok. Padahal siapa perokok tersebut ? Siapa orang  yang ada disekitarnya tersebut ? Mereka adalah generasi penerus bangsa, para pemuda-pemudi yang harusnya kelak di kemudian hari mampu mengubah negeri ini. Mereka rusak dan sakit seakrang, lalu apa yang akan terjadi pada negeri ini ? Setiap keputusan ada di tangan individu itu sendiri. Setiap orang berhak untuk maju. Setiap orang berhak untuk sehat. Setiap orang berhak untuk bebas dari asap rokok.   


Resi Mukti Wardhani (I1A016001)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar